#Pembayaran #FAQ
159. Saya menyetorkan dalam 1 deposit untuk membayar pelaporan SPT Masa PPh 21, Unifikasi dan SPT Masa PPN. Saat setelah lapor SPT Masa PPh 21, saya melanjutkan pelaporan SPT Masa PPh Unifikasi, namun pilihan pemindahbukuan deposit saat bayar lapor tidak ada dan hanya ada buat Kode Billing. Padahal, saldo deposit saya seharusnya masih lebih dari jumlah seharusnya. Apa yang terjadi dan bagaimana solusinya?

Sejak 18 Juli 2025, pelaporan SPT dengan deposit akan selesai terlebih dahulu tanpa menunggu booking pencatatan pembayaran selesai. Proses ini menyebabkan deposit tidak dapat digunakan sementara hingga prosesnya booking pembayaran berakhir.

💥 Akibatnya dari perubahan ini:
- Pelaporan SPT menggunakan deposit yang berhasil terlapor tidak langsung mendapatkan bukti pemindahbukuan deposit bersamaan dengan BPE.
- Kredit tersisa dari deposit dalam buku besar terlihat masih utuh karena proses booking belum selesai.
- Deposit yang masih dalam proses booking tidak dapat digunakan sementara (reserved) untuk pelaporan SPT berikutnya sampai proses bookingnya selesai.


Waiting time proses booking:
Dilaporkan per 19:10 WIB tanggal 22 Juli 2025 sudah lancar, sehingga waiting time proses booking tidak memengaruhi fungsi pengisian dan penggunaan deposit yang dikenal Wajib Pajak selama ini.


🔜 Tips pengisian deposit kedepannya:
Tips 🅰️ : Pemecahan Pengisian Deposit
Wajib Pajak disarankan mengisi deposit hanya senilai kurang bayar SPT yang akan dilaporkan, tidak secara gelondongan untuk beberapa SPT atau beberapa masa pajak.
👉 Mempercepat proses booking deposit sekaligus agar menghindari waiting time dalam penggunaan deposit yang sama untuk pelaporan SPT berikutnya.
✴️ Catatan:
- Penggunaan tips 🅰️ tetap memperhatikan mekanisme FIFO.
- Dalam hal WP tetap memilih untuk menyetorkan deposit pajak secara gelondongan, lanjut ke Tips 🅱️


Tips 🅱️ : Kombinasi Buat Kode Billing dan Permohonan Pemindahbukuan
Jika deposit masih banyak dan/atau tetap melakukan pengisian deposit secara gelondongan, kombinasikan pelaporan SPT dengan kode billing dan pemindahbukuan manual, dengan cara:
1️⃣ Jangan klik "Pemindahbukuan Deposit", tapi “Buat Kode Billing” saat bayar & lapor SPT.
2️⃣ Kode billing yang terbentuk tidak perlu dibayar.
3️⃣ Lakukan Permohonan Pemindahbukuan atas Deposit dengan langkah berikut:
- Masuk ke modul “Pembayaran” → “Permohonan Pemindahbukuan”
- Cari Kredit Deposit gelondongan yang diinginkan (Klik tombol Loop 🔍)
- Tujuan Pemindahbukuan: Akun Wajib Pajak
- Pilih Jenis Kewajiban: SPT
4️⃣ Pastikan sumber dana mencukupi KB SPT yang sedang menunggu pembayaran. (hanya dari 1 sumber deposit)
✴️ Catatan:
- Jika dana kurang 1 rupiah saja, PBK tidak bisa dilanjutkan.
- Jika deposit cukup, maka pembayaran akan menggunakan deposit yang telah dipilih secara manual dan tidak secara FIFO lagi.
- Permohonan Pbk deposit tidak butuh penelitian manual petugas: automatis by sistem.



Solusi bagi Wajib Pajak yang depositnya masih terkunci:
Opsi 1️⃣ : Menunggu hingga deposit tersedia kembali → Lapor SPT berikutnya dengan mekanisme kombinasi dengan tips 🅱️
Opsi 2️⃣ : Lapor dengan Buat Kode Billing → Bayar (dalam hal khawatir terlambat lapor)
✴️ Catatan: Cara cek deposit sudah dapat digunakan secara mandiri: saat klik Bayar dan Lapor SPT sudah muncul pilihan “Pemindahbukuan deposit”


📌 Kesimpulan:
• Prioritaskan pembayaran melalui “buat kode billing” dari draft SPT.
• Pengisian deposit tetap dianggap tanggal bayar dan berguna untuk menghindari denda telat setor meski dipindahbukukan melalui permohonan manual ke tujuan ‘SPT menunggu pembayaran’ di kemudian hari.
• Cara kombinasi pelaporan SPT dan pemindahbukuan dengan permohonan lebih rapi, mudah dilacak, dan minim waiting time.



t.me/FAQcoretax
 
 
Back to Top